Untuk anak seusia Fiona – bulan ini genap enam tahun – dongeng klasik semacam Bawang Putih Bawang Merah atau Putri Salju tentu sudah tidak asing lagi. Mereka juga sedang getol-getolnya test drive kemampuan membacanya dengan melahap kalimat-kalimat sederhana yang tertulis dalam majalah atau Koran.
Tidak bagi Fiona. Dia lebih suka bersepatu roda ketimbang membuka-buka Ensiklopedia untuk anak yang dibeli Santi saat buah hatinya itu berulang tahun ke-3. “Meski mahal, ini penting kelak dia akan membutuhkannya,” ujarnya kala itu. Namun kini, buku itu lebih berfungsi sebagai pemanis rak buku, ketimbang berada di kamar Fiona, walau sekedar dilihat-lihat gambarnya sekalipun.
“Apa yang harus aku lakukan ?” keluh Santi di ruang praktek psikolog langganannya di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Buku adalah gudang ilmu. Semua orang pasti tahu itu. Tapi, hanya sedikit orang yang tahu bagaimana membuat anak haus akan gudang ilmu itu. Padahal, menjadikan anak gemar buku tidak seperti menganyunkan tongkat Nirmala, dan berucap simsalabim !
Banyak pakar pendidikan anak menyebut, pendidikan gemar membaca ditumbuhkan jauh sebelum usia sekolah. Bahkan sejak dalam kandungan. Kebiasaan membacakan buku sejak anaknya dalam kandungan dan kebiasaan itu diulang-ulang sampai anaknya berusia lima tahun-merupakan kebiasaan yang sangat positif untuk ‘mencetak’nya menjadi anak yang gemar membaca.
Banyak anak memilih membelikan buku untuk anak-anaknya setelah sang anak bisa membaca. Alasannya, buku tersebutakan keburu ‘hancur’ sebelum sang anak benar-benar bisa mengerti isi buku itu -dengan membacanya sendiri- bila dibeli sebelum anak bisa membaca.
Meski tidak salah, namun langkah itu kurang tepat. Anak harus dibiasakan dengan buku selagi dia kecil. Mana yang harus diduhulukan, menggemari buku atau menggemari membaca ? Bicara dua hal ini, sam seperti membahas mana yang lebih dulu antara telur dan ayam. Keduanya sama-sama penting, dan bahkan saling mendukung.
Bila seorang anak belum bisa membaca, dengan menggemari buku akan merangsangnya untuk cepat membaca. Sedang bila dia sudah bisa membaca, dan menyenangi aktivitas membaca, maka dia pasti akan suka buku.
Masa-masa pra sekolah adalah masa yang tepat untuk mengenalkan kebiasaan membaca. Pada usia ini, anak biasanya akan terkesan dengan cerita-cerita yang menarik. Bahkan seringkali dia akan meminta Anda untuk membacakan cerita yang sama berulang-ulang.
Ini pertanda bagus. Pencitraan yang positif terhadap suatu buku atau cerita adalah langkah maju dalam menumbuhkan kecintaannya pada aktivitas membaca.
Sumber : Majalah Anakku edisi Vol 1 No. 5
|